http://ejournal.poltekpel-sorong.ac.id/index.php/jpb/issue/feedJPB : Jurnal Patria Bahari2026-05-30T07:25:49+00:00Ryan Puby Sumartarps55982@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Patria Bahari (JPB)</strong> <span class="VIiyi" lang="en"><span class="JLqJ4b ChMk0b" data-language-for-alternatives="en" data-language-to-translate-into="id" data-phrase-index="0">is a scientific journal that publishes research results or scientific articles in the maritime field which includes research in the fields of nautical, ship engineering and marine transportation management and related issues in the maritime field.</span></span></p> <p>Jurnal Patria Bahari Published by Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Sorong.</p>http://ejournal.poltekpel-sorong.ac.id/index.php/jpb/article/view/238OPTIMALISASI PELAKSANAAN SAFETY DRILL UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN AWAK KAPAL DI KM. SABUK NUSANTARA 982026-05-13T05:52:24+00:00Hasanudin IlhamHasanudinIlham@proton.meDodik Widarbowododikwidarbowo10@gmail.comFadel Muhammadfadel_muhammad@dephub.go.idFajar Gumelarfajargumelar@gmail.com<p>Keselamatan pelayaran merupakan aspek penting dalam operasional kapal untuk menjamin keamanan awak kapal, penumpang, muatan, dan lingkungan laut. Salah satu upaya peningkatan keselamatan di atas kapal dilakukan melalui pelaksanaan latihan keselamatan (safety drill) secara rutin guna meningkatkan kesiapsiagaan awak kapal dalam menghadapi keadaan darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala dalam pelaksanaan latihan keselamatan di KM. Sabuk Nusantara 98 serta upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan selama praktik laut (prala). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan latihan keselamatan di atas kapal belum berjalan optimal akibat rendahnya disiplin dan kesadaran awak kapal, kurangnya pemahaman terhadap tugas saat keadaan darurat, lemahnya koordinasi antar awak kapal, serta keterbatasan waktu pelaksanaan latihan. Selain itu, kondisi alat keselamatan yang belum mendapatkan pemeriksaan dan perawatan rutin turut memengaruhi efektivitas pelaksanaan safety drill. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pelaksanaan latihan keselamatan meliputi pelaksanaan latihan secara rutin sesuai prosedur, peningkatan koordinasi dan disiplin awak kapal, pemberian pengarahan sebelum latihan, serta pemeriksaan dan perawatan alat keselamatan secara berkala. Dengan pelaksanaan latihan keselamatan yang baik, kesiapsiagaan awak kapal dalam menghadapi keadaan darurat diharapkan dapat meningkat sehingga keselamatan pelayaran dapat lebih terjamin.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JPB : Jurnal Patria Baharihttp://ejournal.poltekpel-sorong.ac.id/index.php/jpb/article/view/241PENGARUH KONDISI STRAINER SEA CHEST TERHADAP KINERJA POMPA PENDINGIN MESIN INDUK DI ATAS KAPAL2026-05-13T06:15:03+00:00Lumanto Rian PalinggiLumantoRianPalinggi@protonmail.comAhmad Hamirachmirsmks25@gmail.comFilemon Filemonfilemontarigan@gmail.comAriswanto Sa'pangariswantosapang@poltekpelbarombong.ac.id<p>Sistem pendingin mesin induk merupakan salah satu sistem penting di atas kapal yang berfungsi menjaga temperatur kerja mesin agar tetap stabil selama operasional kapal berlangsung. Salah satu komponen utama dalam sistem pendingin tersebut adalah strainer sea chest yang berfungsi menyaring lumpur, pasir, kerang, dan sampah laut sebelum air laut masuk ke pompa pendingin dan sistem pendingin mesin induk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi strainer sea chest terhadap kinerja pompa pendingin mesin induk serta upaya optimalisasi sistem pendingin di atas kapal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan selama pelaksanaan praktik laut (prala). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyumbatan strainer sea chest akibat lumpur, pasir, kerang, dan sampah laut menyebabkan aliran air pendingin terganggu, tekanan pompa pendingin menurun, dan temperatur mesin induk meningkat sehingga berpotensi menyebabkan overheating pada mesin induk. Selain itu, kurang optimalnya pemeriksaan dan pembersihan strainer sea chest secara rutin turut memengaruhi kinerja sistem pendingin mesin. Upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan sistem pendingin yaitu melalui pemeriksaan dan pembersihan strainer sea chest secara berkala, pemantauan tekanan pompa dan temperatur mesin induk, serta peningkatan disiplin kru mesin dalam pelaksanaan perawatan sistem pendingin kapal. Dengan perawatan yang baik, sistem pendingin mesin induk diharapkan dapat bekerja secara optimal sehingga risiko kerusakan mesin dan gangguan operasional kapal dapat diminimalisir.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JPB : Jurnal Patria Baharihttp://ejournal.poltekpel-sorong.ac.id/index.php/jpb/article/view/235TINJAUAN SISTEMATIS PERKEMBANGAN DAN AKURASI GPS UNTUK NAVIGASI KAPAL PERIKANAN DI INDONESIA2026-05-13T03:20:55+00:00Farhan Novaldiadelia0579@student.unri.ac.idRonald Mangasi Hutaurukronald.mhutauruk@gmail.com<p>Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki wilayah perairan yang luas sehingga memerlukan sistem navigasi yang andal untuk mendukung keselamatan dan kelancaran operasional kapal perikanan. Global Positioning System (GPS) menjadi salah satu teknologi navigasi yang banyak digunakan nelayan untuk menentukan posisi kapal secara tepat dan real-time. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan teknologi GPS serta tingkat akurasinya dalam mendukung navigasi kapal perikanan di perairan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap jurnal berbahasa Indonesia yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir dan telah melalui proses peer review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi GPS telah berkembang dari alat penentu posisi sederhana menjadi sistem navigasi yang terintegrasi dengan Automatic Identification System (AIS), chartplotter, fish finder, dan sistem pemantauan berbasis satelit. Dalam kondisi normal, tingkat akurasi GPS berkisar antara 3–10 meter, namun dapat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer, geometri satelit, kualitas perangkat, dan keterampilan pengguna. Penggunaan GPS terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional kapal melalui optimalisasi rute pelayaran, mempercepat penentuan lokasi penangkapan ikan, mengurangi konsumsi bahan bakar, serta meningkatkan keselamatan pelayaran dan pengawasan aktivitas penangkapan ikan di perairan Indonesia.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JPB : Jurnal Patria Baharihttp://ejournal.poltekpel-sorong.ac.id/index.php/jpb/article/view/239ANALISIS PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BONGKAR MUAT GENERAL CARGO DI PELABUHAN KHUSUS BIRINGKASSI2026-05-13T06:20:37+00:00Indah Purnama SariIndahPurnamaSari2@proton.meMuhammad Idrisidris.muh2626@gmail.comAgus Sulistionoseeme4905@gmail.comOktovianus Cristian Karubabakodim.karubaba@gmail.com<p>Pelabuhan memiliki peranan penting dalam mendukung distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan bongkar muat. Produktivitas bongkar muat general cargo menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan pelabuhan karena berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi distribusi barang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan produktivitas bongkar muat general cargo di Pelabuhan Khusus Biringkassi serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Data kuantitatif dianalisis menggunakan deskriptif persentase, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas bongkar muat general cargo mengalami peningkatan sebesar 6% pada periode 2020–2021 dan meningkat menjadi 14% pada periode 2021–2022. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan distribusi barang, ketersediaan fasilitas bongkar muat, dan dukungan tenaga kerja operasional. Namun demikian, produktivitas bongkar muat masih dipengaruhi oleh beberapa hambatan seperti faktor cuaca, kerusakan peralatan, kurangnya perawatan rutin, dan kelalaian tenaga kerja. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan perawatan peralatan, pengawasan operasional, dan kualitas sumber daya manusia untuk mendukung peningkatan produktivitas bongkar muat secara optimal.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JPB : Jurnal Patria Baharihttp://ejournal.poltekpel-sorong.ac.id/index.php/jpb/article/view/242PENINGKATAN KESELAMATAN KERJA TKBM PADA KEGIATAN BONGKAR MUAT DI PELABUHAN MANOKWARI2026-05-13T06:30:20+00:00Nisa RamadaniNisaRamadani4123@proton.meOktovianus Cristian Karubabakodim.karubaba@gmail.comLilik Yulianingsihlilikyulia05@gmail.comMuhammad Idrisidris.muh2626@gmail.comRyan Puby Sumartarps55982@gmail.com<p>Kegiatan bongkar muat di pelabuhan merupakan aktivitas yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja tinggi karena melibatkan penggunaan alat berat, pengangkatan barang, dan lingkungan kerja yang padat aktivitas. Oleh karena itu, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) sangat penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja dan menunjang kelancaran operasional pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab belum optimalnya penerapan keselamatan kerja serta upaya peningkatan keselamatan kerja pada kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Manokwari. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan selama pelaksanaan praktik darat (prada) di Pelabuhan Manokwari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan keselamatan kerja bagi TKBM masih belum optimal. Hal tersebut ditunjukkan oleh masih adanya tenaga kerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, rendahnya kesadaran terhadap pentingnya keselamatan kerja, kurangnya pengawasan, serta keterbatasan fasilitas dan alat keselamatan kerja. Selain itu, pelaksanaan safety meeting dan penyuluhan keselamatan kerja yang belum rutin turut memengaruhi rendahnya disiplin tenaga kerja dalam menerapkan prosedur K3. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keselamatan kerja meliputi peningkatan pengawasan penggunaan APD, penyediaan alat keselamatan kerja yang memadai, pelaksanaan safety meeting dan penyuluhan K3 secara rutin, serta peningkatan kesadaran dan disiplin tenaga kerja terhadap pentingnya keselamatan kerja. Dengan penerapan keselamatan kerja yang baik, diharapkan risiko kecelakaan kerja dapat diminimalisir sehingga kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Manokwari dapat berjalan dengan aman, efektif, dan efisien.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JPB : Jurnal Patria Baharihttp://ejournal.poltekpel-sorong.ac.id/index.php/jpb/article/view/236EVALUASI KOLEKTIF KESELAMATAN LIFTING INDONESIA: PENYEBAB KECELAKAAN DAN EFEKTIVITAS PENGENDALIAN RISIKO DI INDUSTRI2026-05-13T03:46:40+00:00Tunggul Ulung Adi Kusumoulungtunggul02@gmail.comMuhammad Tegar Miftakhlanamuhammadtegarmiftakhlana@gmail.comMuhammad Isnaini Nuur Rohmanmuhammadisnaininuurrohman@gmail.comAfix Zulfikriafixzul07@gmail.com Muhammad Naufal Syaikhanymnaufalsy05@gmail.comKaleb Priyantokalebpriyanto@mail.unnes.ac.id<p>Operasi pengangkatan beban (lifting) merupakan aktivitas dengan profil risiko tinggi yang mendominasi statistik kecelakaan kerja di sektor manufaktur dan industri berat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis berbagai temuan mengenai penyebab kecelakaan dan efektivitas pengendalian risiko guna menyusun peta jalan evaluasi kolektif yang adaptif bagi industri nasional. Penelitian dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan prosedur PRISMA melalui pencarian literatur komprehensif pada basis data SINTA, Garuda, dan Google Scholar untuk periode 2021-2025. Data dianalisis melalui teknik meta-synthesis dengan pengkodean tematik untuk mengevaluasi karakteristik operasional, pola kegagalan, dan langkah mitigasi dari studi-studi terpilih. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor manusia mendominasi penyebab kecelakaan lifting (>90%), terutama akibat kurangnya pelatihan, operator tidak bersertifikat, serta fenomena normalisasi penyimpangan prosedur. Analisis teknis menunjukkan bahwa komponen wire rope memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi, sementara integrasi metode FMEA dan HAZOP terbukti paling efektif dalam menurunkan potensi kegagalan sistematis secara terukur. Selain itu, ditemukan bahwa profil risiko bersifat spesifik sektoral sehingga memerlukan pendekatan manajemen risiko yang adaptif terhadap kondisi lokal masing-masing klaster industri. Evaluasi kolektif ini menyimpulkan bahwa pengendalian risiko yang optimal harus menggabungkan kekuatan teknis instrumen analisis dengan penguatan budaya keselamatan serta kompetensi operator sebagai lini pertahanan terakhir. Implementasi SMK3 yang konsisten dan berbasis bukti menjadi prasyarat mutlak untuk mencapai lingkungan kerja nihil kecelakaan di industri Indonesia.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JPB : Jurnal Patria Baharihttp://ejournal.poltekpel-sorong.ac.id/index.php/jpb/article/view/240OPTIMALISASI PELAYANAN PENGANGKUTAN BARANG MELALUI JASA EMKL DI PT. SARANA BHAKTI TIMUR CABANG SORONG2026-05-13T06:27:42+00:00La Ode AliyasinLaOdeAliyasin@proton.meMuhammad Idrisidris.muh2626@gmail.comOktovianus Cristian Karubabakodim.karubaba@gmail.comGigieh Cahya Permadygigieh@gmail.comRyan Puby Sumartarps55982@gmail.com<p>Transportasi laut memiliki peranan penting dalam mendukung distribusi barang antar wilayah di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, perusahaan jasa ekspedisi muatan kapal laut (EMKL) berperan dalam pengurusan dokumen, pengangkutan, dan distribusi barang kepada penerima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengangkutan barang melalui jasa EMKL di PT. JPT Sarana Bhakti Timur Cabang Sorong, kendala yang terjadi selama proses pengiriman, serta upaya optimalisasi pelayanan pengangkutan barang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan selama pelaksanaan praktik darat (prada). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengangkutan barang meliputi pengumpulan muatan, booking space, pengurusan dokumen, stuffing, dan distribusi barang ke pelabuhan tujuan. Kendala utama yang ditemukan meliputi kerusakan barang saat bongkar muat, kesalahan penginputan data yang menyebabkan kekurangan barang, serta keterlambatan pengiriman akibat kurang optimalnya koordinasi operasional. Upaya yang dilakukan perusahaan yaitu meningkatkan kompetensi tenaga kerja, memperbaiki sistem verifikasi data barang, menerapkan mitigasi risiko, memanfaatkan aplikasi Niaga Logistics untuk pemantauan pengiriman, serta meningkatkan komunikasi dengan pelanggan. Dengan upaya tersebut, proses pengangkutan barang diharapkan dapat berjalan lebih aman, cepat, efektif, dan efisien sehingga kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan dapat meningkat.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JPB : Jurnal Patria Bahari