JPB : Jurnal Patria Bahari https://ejournal.poltekpel-sorong.ac.id/index.php/jpb <p><strong>Jurnal Patria Bahari (JPB)</strong> <span class="VIiyi" lang="en"><span class="JLqJ4b ChMk0b" data-language-for-alternatives="en" data-language-to-translate-into="id" data-phrase-index="0">is a scientific journal that publishes research results or scientific articles in the maritime field which includes research in the fields of nautical, ship engineering and marine transportation management and related issues in the maritime field.</span></span></p> <p>Jurnal Patria Bahari Published by Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Sorong.</p> PPPM POLTEKPEL SORONG en-US JPB : Jurnal Patria Bahari 2776-5881 ANALISIS PENERAPAN MARITIME LABOUR CONVENTION (MLC) 2006 JUDUL 3 TENTANG AKOMODASI, FASILITAS REKREASI, MAKANAN DAN KATERING DI KM. CAMARA NUSANTARA 3 https://ejournal.poltekpel-sorong.ac.id/index.php/jpb/article/view/48 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p> Indonesia adalah Negara dengan wilayah perairan yang sangat luas, dimana dua per tiga wilayahnya lautan, dengan jumlah pelaut salah satu yang terbesar didunia. Pada tahun 2016, Pemerintah Indonesia meratifikasi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang pengesahan <em>Maritime Labour Convention, 2006</em>. Konvensi ini menitikberatkan pada upaya Negara anggota ILO dalam memberikan perlindungan bagi pelaut serta industry pelayaran. Hal ini kemudian menarik penulis untuk melakukan penelitian terkait pengaturan mengenai pelaut yang terdapat didalam konvensi MLC Judul 3, serta bagaimana implementasinya di atas kapal. Penelitian ini dilaksanakan dikapal KM. CAMARA NUSANTARA 3. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan observasi dan kuesioner yang deberikan kepada <em>crew</em> kapal.Berdasarkan hasil penelitian, penerapan <em>Maritime Labour Convention </em>judul 3 diatas kapal belum sepenuhnya dilaksanakan dengan baik. Hak-hak yang semestinya didapat awak kapal belum tersampaikan dengan semestinya. Kesejahteraan awak kapal seharusnya diperhatikan dengan baik, agar awak kapal lebih optimal ketika bekerja diatas kapal. Perusahaan pelayaran harus lebih memperhatikan kaidah dalam <em>Maritime Labour Convention </em>agar akomodasi, fasilitas rekreasi, makanan dan katering diatas kapal sesuai dengan standartnya. Serta pengetahuan awak kapal akan <em>Maritime Labour Convention</em> sangat diperlukan agar implementasinya dapat berjalan dengan baik.</p> <p><strong>Kata Kunci : </strong><em>Maritime Labour Convention </em>(MLC) 2006<em>, Maritime Labour Convention </em>(MLC) <em>Title 3</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstrack</strong></p> <p><strong> </strong><em>Indonesia is the country with a lot of extensive seas, which 2 for 3 the areas as the sea with the number seafarer is one of the bigaest in the worid.In 2006, Indonesian government rules in UU No.15 TH. 2006 about the ratification of Maritime Labour Convention 2006. This convention is focuses to the efforts ILO member to give the protection also the shipping industry. This thing then push the writer to do the research related to the setting of seafarer in Maritime Labour Convention 3<sup>rd</sup> title and also how to the implementation in the ship. This research was did in the KM. CAMARA NUSANTARA 3. This research use the descriptive qualitative method. The date is gain with observation and quisioner given with related crew in the ship. Based on the results of the research, the application of the Maritime Labor Convention title 3 on ships has not been fully implemented properly. The rights that should be obtained by the crew have not been properly conveyed. The welfare of the crew should be considered properly, so that the crew is more optimal when working on the ship. Shipping companies must pay more attention to the rules in the Maritime Labor Convention so that accommodation, recreational facilities, food and catering on board are in accordance with their standards. As well as knowledge of the crew of the Maritime Labor Convention is very necessary so that its implementation can run well.</em></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>Key Word : </strong><em>Maritime Labour Convention </em>(MLC) 2006<em>, Maritime Labour Convention </em>(MLC) <em>Title 3</em></p> Alfian Jainul Cahya Copyright (c) 2022 JPB : Jurnal Patria Bahari 2022-08-29 2022-08-29 2 1 10.54017/jpb.v2i1.48 ANALISIS PEMBANGUNAN KHARAKTER TARUNA MENGGUNAKAN MODEL REFERENSI SILANG PADA PERGURUAN TINGGI PELAYARAN https://ejournal.poltekpel-sorong.ac.id/index.php/jpb/article/view/54 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pembanguna Karakter merupakan tahap strategis dalam pembinaan mental, moral spiritual dan <em>skill </em>profesional bagi taruna di Perguruan Tinggi Pelayaran dalam rangka membentuk model jiwa kepemimpinan yang sangat dibutuhkan dalam aktivitasnya di masa mendatang. Pembangunan karakter merupakan pendidikan yang fokus dalam pembentukan dan penguatan karakter sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Seiring dengan munculnya paradigma pengembangan <em>soft skill</em> diera revolusi industry 4.0 yaitu sumber daya manusia yang mampu berpikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif serta konsep <em>internet of thing</em> dalam wujud pembelajaran berbasis daring, maka model pembangunan karakter harus terintegrasi dengan kegiatan akademik yang bisa dihitung dan dianalisa. Dengan melihat berbagai latar belakang dan prospek tujuan masa depan maka sangat perlu untuk melakukan formulasi pembangunan karakter melalui referensi silang terhadap model pembanguan karakter yang sesuai dengan Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter, Kementerian Pendidikan Nasional. Selain itu peneliti akan menggunakan melakukan observasi langsung di Politeknik Pelayaran Sorong, meninjau dokumen nilai kondite taruna/I, dan wawancara kepada kepala Pusat Pembangunan Karakter.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci : </strong>Pembangunan Karakter, Pendidikan Karakter, Perguruan Tinggi Pelayaran, Revolusi Industri 4.0.</p> Moejiono Copyright (c) 2022 JPB : Jurnal Patria Bahari 2022-08-29 2022-08-29 2 1 OPTIMALISASI PERAWATAN MESIN PENDINGIN RUANGAN UNTUK MEMPERTAHANKAN SUHU DALAM RUANGAN DI KAPAL LATIH POLTEKNIK PELAYARAN SORONG https://ejournal.poltekpel-sorong.ac.id/index.php/jpb/article/view/52 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penggunaan system pendingin udara diatas kapal terutama didaerah beriklim panas atau tropis, merupakan salah satu kebutuhan yang utama untuk kenyamanan dalam operasional kapal dan merupakan salah satu aturan SOLAS 1974 bab II-1 yang harus dipenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyejuk ruangan yang nyaman pada awak kapal atau crew kapal dan taruna/taruni. Dimana setelah melakukan pekerjaan harian dan pelatihan untuk mengembalikan kesegaran dan kondisi tubuh membutuhkan tempat istirahat yang baik, tentunya jika tempat tersebut benar-benar nyaman. Untuk mendapatkan tempat beristirahat yang nyaman tersebut, disini diperlukan peranan penting fungsi dari pada system pendingin udara (<em>central air conditioner</em>) untk memberikan /menyalurkan udara dingin sesuai dengan yang diinginkan kesetiap ruangan akomodasi awak kapal dan para pekerja ,taruna/taruni diatas kapal. Metode yang digunakan adalah menerapkan system perawatan yang sesuai dengan buku petunjuk dari maker (<em>manual book</em> ), <em>planning management system , running hour , preventive maintenance , corrective maintenance , predictice maintenance .</em> Dari hasil analisis data yang dilakukan oleh penulis didapat bahwa permasalahan yang timbul dikarenakan kompresor tidak bekerja dengan baik, <em>Thermostart </em>tidak bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Maka dari hasil tersebut perlu adanya perawatan mesin pendingin serta manajement suku cadang yang baik agar mesin bekerja dengan baik sehingga suhu ruangan dapat terjaga dengan baik.</p> <p><strong>Kata Kunci : Perawatan Mesin Pendingin Udara, </strong></p> <p><strong><em>ABSTRACK</em></strong></p> <p><em>The use of air conditioning systems on ships, especially in hot or tropical climates, is one of the main requirements for comfort in ship operations and is one of the rules of SOLAS 1974 chapter II-1 that must be met. This study aims to optimize comfortable air conditioning for ship crews and cadets. Where after doing daily work and training to restore freshness and body condition requires a good resting place, of course if the place is really comfortable. To get a comfortable resting place, here it is necessary to play an important role in the function of the air conditioning system (central air conditioner) to provide / distribute cold air as desired to each accommodation room for crew and workers, cadets / cadets on board. The method used is to implement a maintenance system that is in accordance with the manufacturer's manual (manual book), planning management system, running hour, preventive maintenance, corrective maintenance, predictice maintenance. From the results of data analysis carried out by the author, it was found that the problems that arose because the compressor did not work properly, Thermostart did not work as expected. Therefore, from these results, it is necessary to maintain the cooling machine and good spare parts management so that the machine works properly so that the room temperature can be maintained properly.</em></p> <p><strong><em>Key Words : Maintenance Air Conditioning</em></strong></p> Nur Sukmanadjati suroyo suroyo Alberto Alberto Copyright (c) 2022 JPB : Jurnal Patria Bahari 2022-08-29 2022-08-29 2 1 ANALISA PENERAPAN PENGGUNAAN ISYARAT OLAH GERAK DI ATAS KAPAL SESUAI DENGAN COLLISION REGULATIONS 1972 https://ejournal.poltekpel-sorong.ac.id/index.php/jpb/article/view/50 <p><strong><em>Abstrack</em></strong></p> <p><strong><em> </em></strong></p> <p><em>MOHAMAD ADAM IRFANDI HIDAYATULLAH, 2021, Analysis of</em><em> the Application of the Use of Signal movement on Ships in Accordance with Collision Regulations 1972. Supervised by Capt. Tri Mulyatno and Novrico Susanto. Signal movement if on board is very important to note. Because it is not uncommon for ship wrecks to occur, the officer of the ship mistakes the cue or reads the cue. This might also cause the ship's officers to not understand and understand the meaning of the sign on the ship itself.Because it needed the right action to prevent and overcome this. The response is in the form of training and counseling or also in the form of providing insights in order to reduce errors in reading or giving gestures on the ship. The research will be carried out by the author carried out for approximately 1 year. Furthermore, in a literature review and frame of mind, the author will explain about the definition, Collision Regulations 1972, and actions in the installation or reading of gestures that need to be done by officers. Primary data obtained from this study were sourced from interviews conducted directly. Then the secondary data obtained from books read by the author and teaching and learning activities in class related to the object of writing. While in the framework of the author's writings put forward the writing systematic used in this Applied Scientific Work.</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em> : Signal Movement, 1972 Collision Regulation.</em></p> Mohamad Adam Irfandi Hidayatullah Adam Irfandi Copyright (c) 2022 JPB : Jurnal Patria Bahari 2022-08-29 2022-08-29 2 1 PENGARUH TEKANAN MINYAK LUMAS YANG MENURUN TERHADAP KINERJA MESIN INDUK DI ATAS KAPAL KT. JAYANEGARA 201 https://ejournal.poltekpel-sorong.ac.id/index.php/jpb/article/view/53 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Fungsi pelumasan sangat penting diatas kapal, maka tentunya sistem pelumasan harus mendapatkan perhatian khusus didalam melaksanakan perawatan atau pengujian lab secara rutin disamping permesinan yang lainnya. Sehingga sistem pelumasan ini dapat bekerja sesuai dengan fungsinya diatas kapal agar tidak mengganggu kelancaran pengoperasian kapal. Pelumasan pada mesin sangat penting, karena tanpa pelumasan komponen-komponen mesin akan mengalami gesekan secara langsung, sehingga menimbulkan panas dan mengakibatkan kerusakan berupa keausan yang akhirnya umur mesin dan komponen-komponennya tidak tahan lama. Penelitian ini dilaksanakan di kapal KT. Jayanegara 201 dalam waktu 12 bulan. Selama penulis melaksanakan penelitian dikapal, penulis mengamati serta menguji praktek pengaruh minyak pelumas terhadap mesin induk. Metode pengambilan data yang digunakan penulis adalah metode <em>Fault Tree Analysis </em>(FTA). Data yang didapat penulis, untuk mengatasi faktor-faktor masalah yang terjadi pada mesin dapat dilakukan dengan membersihkan atau mengganti komponen yang rusak dengan spare part yang baru, pengoperasian yang benar sesuai prosedur yang ada dan perawatan dan pengecekkan yang berkala terhadap sistem pelumasan. Sehingga penulis mengambil garis besar bahwa penggunaan minyak pelumas terhadap mesin induk sangat diperlukan untuk menjaga mesin agar tetap bekerja dengan optimal. Perlu adanya perhatian khusus bagi ABK Kapal agar melakukan pelumasan terhadap mesin induk secara rutin dan tercatat.</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The lubrication function is very important on board, so of course the lubrication system must get special attention in carrying out routine laboratory maintenance or testing in addition to other machining. So that this lubrication system can work in accordance with its functions on the ship so as not to interfere with the smooth operation of the ship. Lubrication on the engine is very important, because without lubrication the engine components will experience friction directly, causing heat and cause damage in the form of wear that ultimately the life of the engine and its components are not durable. This research was carried out on the KT ship. Jayanegara 201 within 12 months. As long as the authors carry out research on board, the authors observe and test the practice of the influence of lubricating oil on the main engine. The data collection method used by the author is the Fault Tree Analysis (FTA) method. The data obtained by the author, to overcome the problem factors that occur in the machine can be done by cleaning or replacing damaged components with new spare parts, correct operation according to existing procedures and periodic maintenance and checking of the lubrication system. So the author takes the outline that the use of lubricating oil for the main engine is necessary to keep the engine working optimally. Special attention is needed for the crew of the ship to lubricate the main engine on a regular and recorded basis.</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Lubrication System, Fault Tree Analysis, Main Engine, Oil Lubricants</em></p> Mohammad In'am Basthomi Jauhari Copyright (c) 2022 JPB : Jurnal Patria Bahari 2022-08-29 2022-08-29 2 1 UPAYA PENERAPAN PROSEDUR BONGKAR MUAT DI ATAS KAPAL DENGAN FISHBONE ANALYSIS https://ejournal.poltekpel-sorong.ac.id/index.php/jpb/article/view/51 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong> </strong></p> <p>Dalam proses pengangkutan muatan di atas kapal, terjaganya kualitas suatu muatan agar tidak rusak merupakan hal yang sangat penting terlebih diatas kapal yang mengangkut muatan berbentuk cair yang dikenal dengan sebutan kapal <em>tanker</em>. MT. Vijayanti merupakan sebuah kapal <em>tanker</em> yang memuat muatan cair berjenis minyak jadi atau yang disebut juga <em>oil product</em> yang memiliki resiko besar terkontaminasi. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan dari seluruh awak kapal terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan kontaminasi serta upaya-upaya pencegahan yang harus dilakukan untuk dapat menghindari terjadinya kontaminasi muatan diatas kapal. Penelitian ini menggunakan metode <em>fishbone analysis</em>. Sumber data diambil dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung atau observasi sebagai data primer, serta wawancara terhadap beberapa responden di kapal MT. Vijayanti, dokumentasi sebagai data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian, faktor menyebabkan terjadinya kontaminasi muatan adalah kurangnya ketelitian <em>crew </em>saat melaksanakan <em>tank cleaning</em> dan kurang memadainya peralatan yang digunakan untuk <em>tank cleaning</em> dan bongkar muat. Upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi muatan adalah melaksanakan <em>safety meeting.</em> Untuk itu saran yang diberikan yaitu: Nahkoda dan seluruh perwira sebaiknya selalu memberikan pengarahan terkait studi kasus dampak kontaminasi muatan dan meningkatkan pengawasan dan pihak perusahaan melakukan pembelajaran atau pengarahan tentang standar operational prosedur perusahaan dan tugas serta tanggung jawab kepada perwira yang baru, guna menanggulangi kemungkinan terjadinya kesalahan kerja di atas kapal.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci</strong> : Kontaminasi, <em>Oil Product</em> , Upaya Pencegahan</p> Agus Weda Bayuntara Agus Weda Copyright (c) 2022 JPB : Jurnal Patria Bahari 2022-08-29 2022-08-29 2 1