PENGARUH KONDISI STRAINER SEA CHEST TERHADAP KINERJA POMPA PENDINGIN MESIN INDUK DI ATAS KAPAL
DOI:
https://doi.org/10.54017/jpb.v6i1.241Keywords:
Strainer Sea Chest, Sistem Pendingin, Mesin IndukAbstract
Sistem pendingin mesin induk merupakan salah satu sistem penting di atas kapal yang berfungsi menjaga temperatur kerja mesin agar tetap stabil selama operasional kapal berlangsung. Salah satu komponen utama dalam sistem pendingin tersebut adalah strainer sea chest yang berfungsi menyaring lumpur, pasir, kerang, dan sampah laut sebelum air laut masuk ke pompa pendingin dan sistem pendingin mesin induk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi strainer sea chest terhadap kinerja pompa pendingin mesin induk serta upaya optimalisasi sistem pendingin di atas kapal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan selama pelaksanaan praktik laut (prala). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyumbatan strainer sea chest akibat lumpur, pasir, kerang, dan sampah laut menyebabkan aliran air pendingin terganggu, tekanan pompa pendingin menurun, dan temperatur mesin induk meningkat sehingga berpotensi menyebabkan overheating pada mesin induk. Selain itu, kurang optimalnya pemeriksaan dan pembersihan strainer sea chest secara rutin turut memengaruhi kinerja sistem pendingin mesin. Upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan sistem pendingin yaitu melalui pemeriksaan dan pembersihan strainer sea chest secara berkala, pemantauan tekanan pompa dan temperatur mesin induk, serta peningkatan disiplin kru mesin dalam pelaksanaan perawatan sistem pendingin kapal. Dengan perawatan yang baik, sistem pendingin mesin induk diharapkan dapat bekerja secara optimal sehingga risiko kerusakan mesin dan gangguan operasional kapal dapat diminimalisir.
References
Harvald, S. A. (1992). Resistance and Propulsion of Ships. New York: John Wiley & Sons.
Hidayat, R. (2020). Analisis Perawatan Sistem Pendingin Mesin Induk Guna Menunjang Kelancaran Operasional Kapal. Jurnal Teknik Perkapalan, 8(2), 115–123.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Prasetyo, D. (2018). Pengaruh Gangguan Sistem Pendingin terhadap Kinerja Mesin Induk Kapal. Jurnal Teknologi Maritim, 2(1), 45–53.
Salim, H. A. (2016). Manajemen Transportasi. Jakarta: Rajawali Pers.
Stopford, M. (2009). Maritime Economics (3rd ed.). London: Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203891744
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Alfabeta.
Suyono, R. P. (2015). Shipping: Pengangkutan Intermodal Ekspor Impor Melalui Laut (5th ed.). Jakarta: PPM.
Triatmodjo, B. (2010). Perencanaan Pelabuhan. Yogyakarta: Beta Offset.
Utomo, A. B. (2019). Analisis Sistem Pendingin Air Laut terhadap Performa Mesin Induk di Kapal Niaga. Jurnal Teknik Mesin, 7(3), 88–96.
Wibowo, E. (2021). Perawatan Sea Chest untuk Menjaga Stabilitas Sistem Pendingin Mesin Kapal. Jurnal Sains dan Teknologi Maritim, 21(1), 55–64. https://doi.org/10.33556/jstm.v21i1.256
Yulianto, H. (2020). Optimalisasi Kinerja Pompa Pendingin pada Sistem Pendingin Mesin Induk Kapal. Jurnal Dinamika Bahari, 1(2), 30–39.




